Tukang Belum Selesai Bekerja, Proyek Senilai 12,8 Miliar Sudah Pecah

MURATARA, Bongkarmedia.com
Bangunan Pengaman Sungai (Talud/ DAM red) yang terletak di RT. 6 Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dikerjakan oleh CV. Djampur Raya dengan nilai kontrak sebesar 12.849.000.000; (Dua Belas Miliar Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah) menuai kritik pedas dari sejumlah masyarakat Muratara, Pasalnya tukang belum selesai bekerja bangunan sudah mulai pecah.
Ketua Garda Prabowo Kabupaten Muratara, Muhammad Betan menyebut sejak awal proyek tersebut sudah bermasalah
“Masalahnya pada waktu titik nolnya agak ketengah sungai sedikit tapi pengerjaannya bergeser ke tebing (Bibir sungai), kemudian seharusnya DAM tersebut ditemboki (Diisi red) pakai tanah tapi faktanya disi pakai pasir yang disedot mereka didepan DAM tersebut kemudian ditampung pakai terpal, mana ada kekuatan pasir, tersebut,”bebernya
Sampai saat ini lanjut Muhammad Betan proyek tersebut belum selesai dikerjakan oleh CV. Djampul Raya
“Saking ke bagusnya DAM tersebut, tukangnya belum selesai bekerja DAMnya sudah pecah,”katanya
Dia meragukan kualitas bangunan pengaman sungai (Talud/DAM red) yang dikerjakan oleh CV. Djampur Raya sebab tukangnya belum lari dari lokasi proyek, proyek tersebit sudah pecah.
“Itulah tanda kualitasnya jelek, masa tukangnya belum lari (Masih bekerja red) bangunannya sudah rusak. Walaupun semen yang pecah tersebut sudah diperbaiki mereka tetap saja kualitasnya jelek,”ujarnya
Muhammad Betan menyayangkan proyek yang berasal dari anggaran APBD Kabupaten Muratara sangat minim pengawasannya dari Dinas terkait.
“Seharusnya pihak Dinas PUPR Muratara lebih jeli dalam pengawasannya karena proyek ini berasal dari APBD Kabupaten Muratara,”sesalnya
Sementara itu Lurah Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit, Adil mengatakan jika bangunan tersebut tidak bagus tetaplah tidak bagus walaupun dipoles dengan baik.
“Kalau memang bangunan itu tidak bagus, ya tetaplah tidak bagus. Iya kan dan saya juga menilainya sesuai dengan yang tampak oleh mata saja dan saya tidak berpihak kesana dan tidak berpihak ke sini (Real red),”katanya saat dikonfirmasi. Kamis (5/2/2026)
Ia menegaskan saat ini masyarakat menuntuk agar bangunan tersebut diperbaiki.
“Wajar kalau masarakat menuntut karna bangunan itu saat ini sudah pecah. Kepada pihak pemborong tolong diperbaiki lagi bangunan yang pecah tersebut,”pinta Lurah
Lurah menyarankan kepada pihak pemborong agar bangunan yang rusak tersebut segera diperbaiki.
“Saran saya sebagai Lurah, tolong di perbaiki apa yang menjadi tuntutan masyarakat, selesaikan saja,”pungkasnya.(**)



