Bupati Muratara Akan Cabut Izin Pangkalan Gas LPG Yang Nakal

MURATARA, Bongkarmedia.com
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Devi Suhartoni akan mencabut izin pangkalan Gas LPG jika terbukti ada yang nakal
Hal itu disampaikanya melalui akun Facebook Devi Suhartoni, dalam facebook tersebut dirinya menuliskan beberapa peringatan, diantaranya
Berhenti menyimpan gas, masyarakat mau beli dikatakan habis kemudian mau jual mahal ke masyarakat. Berhenti jual gas itu secara eceran ke warung warung, jadi gas habis dan mahal
“Saya sudah perintahkan Camat untum patroli, apabila dalam operasinya kedapatan ada pangkalan yang nkal maka saya cabut izin pangkalan kalian. Kemidian Saya juga dudah perintahkan untuk Kades untuk patroli juga, awas saja jika kedapatan pangkalannya nakal saya cabut izin pangkalan itu,”tegasnya
Pada tahun tahun sebelumnya beliau sudah banyak membekukan izin pangkalan Gas LPG dikarenakan pangkalan tersebut bermain main.
“Saya sudah pernah mencabut banyak izim pangkalan, pada tahun tahun awal 2020 dan 2021. Pada waktu itu masalah gas dimainkan oleh penyalur, saya sudah minta Pertamina bersama Disperindagkop turun dan cabut izinĀ pangkalan yang nakal,”ujarnya
Menurutnya, Gas LPG di Kabupaten Muratara tidak ada alasan harganya mahal.
“Seharusnya harga gas di Muratara ini harganya hanya Rp. 25.000 sebab semua biaya transport ditanggung oleh Pertamina. Namun kenyataannya harganya mahal sekali dan ini terjadi disemua daerah,”ungkapnya
Selanjutnya kata Devi, untuk menghidari kenakalan para pangkalan-pangkalan Gas LPG ini adalah izinnya disetop/Dicabut.
“Untuk menghentikan penyebab kenakalan para penyalur dan satu satu jalan nanti kita akan stopkan pangkalan yang nakal,”timpalnya
Ia mengungkapkan harga yang sudah ada dari Pertamina saat ini jatah untung para pangkalan sudah ada keuntungannya
“Akibat Pangkalan yang jual eceran secara diam diam ke warung sehingga harganya jadi mahal lagi, dan seharusnya pangkalan tersebut sudah ada data langganannya,”terangnya
Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan menyebut bahwa jatah gas ini berkurang semua diseluruh Indonesia.
“Saat ini SKK Migas sepertinya lagi atur quota tapi Mereka asal potong saja akibatnya jadi ribut,”bebernya
Kemudian lanjut orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan saat ini jatah Gas LPG untuk Kabupaten Muratara dikurangi oleh SKK Migas sekitar 560 tabung tapi kita juga sudah bersurat kepada Mereka untuk menambah kuota Gas LPG untuk Kabupaten Muratara sebanyak 1.500 tabung. (Rizqi)



